Kabid
Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. Herman,
M.Sc melaporkan bahwa informasi tersebut ia peroleh dari keterangan
Ketua kloter, “Ini sudah ada persetujuan dengan pihak keluarga dan rumah
sakit maka kita bisa laksanakan amputasi,” ujarnya, Jum’at (25/10).
Selain
Asmaini yang terpaksa diamputasi, kondisi para jamaah haji asal Aceh
rentan terkena flu dan pilek, “Hal ini dipengaruhi oleh suhu di Mekkah
40 derajat Celsius, sedangkan jamaah terbiasa di kampong dengan suhu
27-35 derajat Celsius, sehingga kesehatannya sedikit terganggu, tim
dokter menyarankan banyak minum air putih” jelasnya.
“Di
dalam hotel dingin, diluar panas menyengat, sehingga mengalami
dehidrasi, selain itu banyaknya debu di sekitar Masjidil Haram karena
pembangunan gedung yang sedang dikerjakan,” kata salah seorang jamaah.
[Abi Naufal/y]
[foto;
kloter 1 saat bimbingan jamaah, imigrasi, penerbangan, kesehatan, dan
dokumen di aula utama asrama haji (29/9). foto: yakub]






0 comments:
Post a Comment